Review Ending Attack on Titan, Akhir yang Sempurna Menguras Emosi dan Air Mata

Armin - Eren - Mikasa | sumber gambar: weheartit.com

Selama 11 tahun 7 bulan, perjalanan manga Attack on Titan karya Hajime Isayama telah berakhir. Chapter 139 "Final Chapter: Toward the Tree on That Hill," atau "Chapter Terakhir: Menuju Pohon di Bukit Itu," adalah akhir dari kisah yang selama ini sudah memikat hati pembaca. Berawal dari Eren, Mikasa, Armin dan diakhiri oleh mereka bertiga juga.

Setelah tenang dari semua kegalauan setelah membaca chapter tersebut, saya akhirnya memutuskan untuk menulis review ini. Bagi kalian yang hanya menonton animenya, silakan berpikir lagi karena akan ada banyak spoiler dalam penjelasan saya.

Sebelumnya Isayama Sensei pernah mengatakan akan membuat bittersweet ending, dan akhirnya benar! Pembaca manga dibuat bahagia dan patah hati dalam waktu yang bersamaan. Saya yakin pas menonton animenya nanti akan lebih menyakitkan, dan setelah membaca chapter 139 saya pun paham mengapa Yuki Kaji (Voice Actor Eren Yeager) menangis setelah tahu akhir dari cerita Attack on Titan.

Baca juga: 10 Alasan Levi Ackerman Menjadi Karakter Terbaik

Saya tahu ada banyak penggemar yang kecewa dan marah dengan akhir Attack on Titan yang masih meninggalkan beberapa tanda tanya; tidak ada lanjutan tentang hallucigenia, nama suami Historia tidak diketahui, Eren akhirnya mati, dan lain sebagainya.

Sebelum saya menuliskan beberapa poin tentang ending, perlu diketahui bahwa memang setelah Eren mati semua yang berhubungan dengan Titan tidak ada lagi, termasuk hallucigenia. Terlebih Ymir Fritz sudah sangat bahagia melihat Mikasa mengakhiri kutukan 2000 tahun yang dialami Ymir. Tentang suami Historia yang diketahui hanya teman masa kecil saja, dan ini merupakan pilihan Historia sendiri. Sebagai Ratu, dia berhak memilih suaminya. Di chapter 139 diperlihatkan bahwa Historia tersenyum bahagia dengan keluarga kecilnya. 

Well, berikut ini beberapa poin yang saya garisbawahi pada ending Attack on Titan.


1. Eren selalu konsisten dengan tujuannya

Mungkin ada yang bilang kalau Eren itu galau, tapi sebenarnya tujuan Eren dari awal tidak pernah berubah; dia ingin memusnahkan seluruh Titan dan musuhnya. Karena itulah rumbling terjadi. Dunia yang memusuhi Paradise dimusnahkannya, pada chapter terakhir dikonfirmasi bahwa Eren telah menghabisi 80% manusia di luar Paradise.

Eren juga ingin melindungi Mikasa, Armin dan yang lainnya. Ini benar-benar dilakukan Eren bahkan setelah teman-temannya berubah menjadi Titan tak berakal, pada saat Eren mati semuanya kembali menjadi manusia. Namun mereka semua sedih, mengingat Eren mengorbankan hidupnya sendiri.

Di dunia Path, Eren mengatakan semuanya pada Armin. Momen ini sangatlah menyedihkan. Demi menyelamatkan Paradise, Eren mengerahkan segala kekuatannya. Pada akhirnya aliansi lah yang menjadi pahlawan dengan membunuh Eren yang sudah melakukan pembunuhan massal. Meski tidak 100%, namun tujuan Eren tercapai untuk memusnahkan musuhnya dan meniadakan semua Titan.


2. Kutukan 2000 Tahun Ymir Fritz

Di dunia Path, Eren juga menjelaskan pada Armin tentang hal yang terjadi pada Ymir Fritz. Ternyata dia mencintai Raja Karl Fritz selama ini, padahal sang Raja hanya menganggap Ymir sebagai budak yang melahirkan anak-anaknya. Tetapi perasaan Ymir tidak berubah bahkan ribuan tahun lamanya.

Perasaan inilah yang menjadi kutukan Ymir, dia melarikan diri ke dunia Path dan menunggu seseorang untuk mengakhiri kutukan tersebut. Bukan Eren, melainkan Mikasa. Ya, benar sekali. Eren sendiri yang menjelaskan pada Armin bahwa Ymir memilih Mikasa. Kalau dipikir-pikir, berarti selama ini Eren membentangkan jalan supaya Mikasa dapat menyelamatkan dunia. Walau harus mengorbankan nyawa Eren sendiri.

Mikasa sangat mencintai Eren, sama seperti Ymir mencintai Raja. Namun, Ymir tidak mampu membunuh Karl Fritz untuk menghentikan kekejamannya dan inilah alasan Ymir tersenyum di chapter 138 saat melihat Mikasa memenggal kepala Eren lalu menciumnya. Ymir merasa bahagia karena Mikasa mampu melakukan apa yang tak bisa dilakukannya. Ymir senang karena Mikasa tidak seperti dirinya, dia tersenyum karena tahu Mikasa sangat mencintai Eren namun Mikasa tetap membunuh Eren agar pembunuhan massal yang dilakukan Eren dapat dihentikan. Sebab, kalau aliansi tidak menghentikan Eren maka dipastikan manusia di luar Paradise akan mati 100%.


3. Tidak Ada Lagi Titan

Pada chapter 138 diperlihatkan bahwa orang-orang yang memiliki darah Eldia berubah menjadi Titan tak berakal termasuk Jean, Connie, Gabi dan yang lainnya kecuali Levi dan Mikasa karena mereka Ackerman. Mereka berdua tidak menjadi Titan namun kekuatan mereka dalam wujud manusia bahkan melebihi Titan itu sendiri.

Setelah Eren mati, mereka semua kembali menjadi manusia. Namun teman-teman Eren yakni para aliansi sangatlah sedih, mereka memang tidak berbincang dengan Eren di dunia Path seperti Armin, namun mereka mendengar pesan dari Eren. Connie bahkan mengatakan Eren memberitahu ibunya kembali menjadi manusia. Setelah ini semuanya akan hidup sebagai manusia normal, tidak ada lagi Titan dan batasan umur Titan Shifters pun juga tak ada lagi.

Mikasa membawa kepala Eren menuju tempat favorit Eren yaitu Pohon di Bukit yang ada di Paradise. Meninggalkan lokasi rumbling, Mikasa sangatlah terpuruk di momen ini. Sementara itu Armin menjelaskan pada pasukan Marley bahwa mereka bukanlah Titan lagi, dan Armin mengatakan dia membunuh Attack Titan Eren (pertarungan mereka ada di chapter 138) sementara Mikasa mengeksekusi tubuh asli Eren. Mikasa, Armin dan aliansi menyelamatkan dunia. Yeagerist pasti terluka, tapi tenanglah sebab semangat Eren tetap hidup di hati penduduk Paradise. Eren adalah pahlawan bagi Paradise.

Baca juga: Alasan Armin Arlert Tokoh Protagonis Sebenarnya


4. Tiga Tahun Kemudian di Dunia Tanpa Titan

Historia menggendong anaknya, suaminya sendiri ada di belakang Historia. Mereka merayakan ulang tahun ke-3 di depan rumah. Saya sangat bahagia melihat Historia dapat tersenyum lagi. Jadi bapak anaknya Historia adalah suaminya atau si Farmer-kun itu ya! Bukanlah Eren. Banyak banget yang kecewa di sini, karena berharap anak Historia itu menjadi tolak sejarah baru, AoT Next Generation hehee. Tapi tidaklah seperti itu, memang posisi sebagai Ratu sangatlah penting namun kita tahu sendiri bagaimana penderitaannya, Historia juga tidak mau menjadi pewaris Titan, karena itu dia memutuskan untuk punya anak. Ketika dia hamil, tidak bisa dijadikan pewaris Titan. Dan Historia sendiri yang memilih suaminya.

Saya pun berpikir tidak mungkin Eren. Historia dan Eren hanyalah sebagai teman senasib, pun tidak mungkin Historia mau menyakiti Mikasa. Dia tahu betul perasaan Mikasa pada Eren, semua penghuni Paradise mungkin tahu bahwa Mikasa mencintai Eren. NTR (Netorare alias Nikung Tanpa Ragu atau punya dua orang yang dicintai elah wkwk) hanya berlaku untuk Grisha atau bapaknya Eren saja. Eren memang peduli pada Historia karena mereka senasib, pun Eren sebenarnya sangat peduli dengan semua temannya. Bahkan dia pernah mengatakan bahwa Eren ingin teman-temannya hidup lama.

Baca juga: Pesan Cinta dari Kisah Eren dan Mikasa

Well, di dunia tanpa Titan ini Historia sebagai Ratu tetap membangun dan menguatkan pasukan bersama Hizuru. Yeager Faction dengan simbol yang baru tidak seperti Survey Corps lagi. Mereka semua mewarisi semangat 'TATAKAE' dari Eren. Tujuan Eren bukan perdamaian ya, karena Eren sendiri bilang bahwa akan tetap ada permusuhan namun karena manusia di luar Paradise hanya 20% lagi setidaknya dibutuhkan 50 tahun agar dapat balas dendam atau minimal menyamai kekuatan Paradise.

Dan selama itu kondisi Paradise pasti akan jauh lebih baik dalam persenjataan, ekonomi dan teknologi. Kalau memang ada perang lagi nanti, mereka semua pasti siap. Eren hanya menghilangkan Titan dan sebagian besar musuhnya di luar Paradise.

Eren mempercayakan dunia tanpa Titan pada teman-temannya. Aliansi menjadi duta perdamaian, menjelaskan tentang kejadian saat rumbling pada setiap negara. Mereka semua makin glow up, dalam perjalanan ke Paradise dan tepat 3 tahun Eren meninggal, Armin, Jean, Connie, Reiner, Annie, Pieck ada di kapal. Sementara itu sepertinya di Negara Onyankopon ada Levi Ackerman, Gabi, dan Falco yang makin dewasa.

Levi duduk di kursi roda, kakinya mungkin masih dalam penyembuhan. Lelaki satu ini pantas dapat kedamaian dan waktu santai. Di momen terakhir setelah membukakan jalan untuk Mikasa menemui tubuh asli Eren, Levi pun cedera. Dia terduduk dan melihat bayang-bayang semua pasukannya, ada Erwin, Hanji, Petra dll. Airmata Levi bahkan mengalir sambil mengepalkan tangan di dada 'Shinzou Wo Sasageyo.'


5. Perasaan Eren Yeager yang Sebenarnya


Bagi dunia di luar Paradise, Eren terlihat seperti monster, dia jahat, pembunuh, kejam. Jika mengingat kilas balik, Eren sendiri sebenarnya tidak mau memikul tanggungjawab sebesar ini, dia menangis dan ingin lari saja dari semua itu. Namun mau tidak mau Eren harus menjalani takdirnya.

Pada saat penculikannya dengan Historia, saat dia diikat dengan rantai, Eren benar-benar menangis dan putus asa. Dia tidak lebih dari anak lelaki yang punya rasa egois, cengeng, dan masih ingin merasakan bahagianya bermain dengan teman-teman. Namun Eren berusaha tidak menunjukkan sifatnya itu, hingga yang tampak hanyalah Eren yang bersifat dingin, mendorong jauh teman-temannya, menyakiti mereka bahkan mengatakan dengan lantang bahwa dia membenci Mikasa.

Padahal sebenarnya...

Eren sangat mencintai Mikasa. Saat di dunia Path, Armin kembali membahas ini sambil memukul Eren. Lalu Armin mengatakan; tentu akan mudah bagi Mikasa untuk move on dan menemukan lelaki baik untuknya. Tetapi Eren meronta dengan ekspresi cengengnya mengatakan bahwa dia tak menginginkan itu. Eren sebenarnya tidak mau mati, dia ingin hidup bersama Mikasa dan teman-temannya. Eren tidak mau Mikasa mencintai orang lain selain Eren. Yeager satu ini bahkan mengatakan dia menginginkan Mikasa tetap mencintainya bahkan setelah dia mati. Eren ingin Mikasa tetap mencintai dan mengenang Eren. Intinya Eren mau jadi satu-satunya untuk Mikasa.

Jelas saja Armin kaget.

Namun, bahkan tanpa diminta Mikasa akan melakukan itu. Tiga tahun setelah Eren mati dia masih mengenakan scarf pemberian Eren. Ini adalah simbol perasaan mereka. Memang tidak ada kata 'I Love You' tapi Eren pernah mengatakan bahwa dia akan selalu memakaikan scarf pada Mikasa untuk selamanya. Dapat diartikan bahwa Eren akan mencintai Mikasa selamanya dan begitupun dengan Mikasa.

Setelah tiga tahun, Mikasa bahkan tidak move on sama sekali. Dia masih menangis saat mengunjungi makam Eren di bawah pohon di bukit tempat favorit Eren. Di batu nisan itu tertulis: "Here Forever, Rest Peacefully, My Most Beloved, My Dear, 854" atau "Di sini selamanya, terbaring dengan damai, orang yang paling kucintai, kekasihku, tahun 854" ini merupakan tahun kematian Eren.

Mikasa mengatakan bahwa teman-temannya sedang dalam perjalanan untuk mengunjungi Eren, dia bahkan bertanya "kamu bahagia, kan?" sambil mengelus batu nisan *wooyyy ini bikin pembaca nangis bombay lah* lalu pada saat Mikasa menangis tersedu-sedu, dia menunduk dan teringat masa lalunya dengan Eren saat dia membawa kayu bakar dan Eren kecil tertidur di bawah pohon yang sama. Mikasa lirih mengatakan bahwa dia sangat ingin berjumpa dengan Eren lagi, sampai scarf di leher Mikasa tergerai.

Lalu ada seekor burung yang membenarkan atau memakaikan scarf itu lagi di leher Mikasa. Segera dia tersadar, dengan mata yang berkaca-kaca Mikasa berdiri melihat burung tadi yang terbang tinggi lalu mengatakan: "Eren, terima kasih telah memakaikan scarf ini padaku."

apa yang kita inginkan VS apa yang kita dapatkan

Attack on Titan pun berakhir. Banyak yang berasumsi bahwa Eren reinkarnasi jadi burung, tapi menurutku tidak. Burung yang merupakan lambang kebebasan ini merupakan bagian dari diri Eren. Kenapa begitu? Karena setiap ada scene yang menunjukkan burung, maka apa yang dilihat burung itu ada di pecahan memori Eren.

Eren tidak menjadi burung, melainkan burung tersebut merupakan bagian kecil dari diri Eren. Selama ini bahkan saat Eren masih hidup, burung tersebut terus mengawasi pergerakan di Paradise dan di luar Paradise. Bisa dikatakan bahwa ada jiwa Eren di burung tersebut, ketika Eren mati, dia masih bisa mengamati semuanya setidaknya selama 50 tahun (lama hidup seekor burung, sila cek google). Ini memang tidak dijelaskan secara rinci, namun masuk akal kenapa burung tersebut membenarkan scarf Mikasa.

Dan di atas kapal tempat Armin dkk juga ada burung itu. Animenya saat musim dingin nanti pasti akan lebih mengharu biru. Tanggal 8 dan 9 April 2021, Attack on Titan terus trending di Twitter. Happy ending untuk dunia, tetapi sad ending untuk Mikasa dan Eren. Meski begitu, cinta mereka tidak pernah berubah dari awal hingga akhir. Sama sekali tak pernah berubah.

Terima kasih Hajime Isayama telah menyuguhkan cerita yang luar biasa. Dan ayo kita semua jadi penggemar yang baik dengan tidak mencela karya Bang Haji. Dia membuat ending seperti ini pasti dengan pertimbangan yang matang.

Edited (2 Juni 2021)

Ya ampun, ada halaman tambahan untuk chapter 139 yaa... nyesek banget liat leaksnya, Mikasa akhirnya menikah dengan Jean, punya anak dan cucu. Tetapi Mikasa tetap mengingat Eren hingga akhir hayatnya, dia tetap memakai syal pemberian Eren.

Paradise hancur, dan cucu Mikasa yang belum diketahui namanya mencari pohon tempat Eren dimakamkan. Dia akan mengaktifkan kembali kekuatan Titan dan kemungkinan akan mengubah masa lalu.

Dikatakan AoT kemungkinan akan ada sekuelnya, tetapi cukup mengecewakan mengingat perjuangan Eren untuk melindungi Paradise dari dunia luar akhirnya gagal, Paradise tetap hancur dibombardir.

Kecewa juga Mikasa nikahnya sama Jean, duh... kecewa banget! Menurutku AoT udah bagus sampai 139 yang awal tanpa ada halaman tambahan. Tapi ya mau gimana lagi... bakal berat banget buat ngikutin animenya lagi. Nggak semangat lagi dong. Hmm... gimana pendapat teman-teman?


Tidak ada komentar