Review Film Violet Evergarden: The Movie, Gilbert Masih Hidup?


Violet Evergarden The Movie

"Setelah bekerja sebagai Auto Memory Doll, Violet Evergarden masih mempelajari arti dan makna dari kata "Aishiteru" atau "Aku mencintaimu" yang diucapkan Gilbert. Jiwanya yang terluka parah oleh perang pun mulai sembuh. Dia terus bergerak maju melanjutkan hidup, membantu orang lain yang membutuhkan, sambil menjaga kata-kata orang pertama yang pernah mengatakan "Aku mencintaimu" di hatinya. Ketika dia mengambil pekerjaan untuk menulis surat untuk anak laki-laki yang sakit parah, waktu perlahan mulai berdetak."

Jujur, saya menangis ketika menamatkan episode demi episode anime ini. Ceritanya sangat menyentuh, rasanya tak mampu dituliskan dengan kata-kata. Bayangkan, ketika seseorang mengatakan "Aku mencintaimu" di detik-detik terakhir napasnya sebelum benar-benar pergi, sementara kamu baru pertama kali mendengar ungkapan tersebut ditujukan padamu.

Bukan hanya itu saja, rasa kemanusiaan dan persahabatan serta perjuangan untuk hidup ada di anime ini. Setiap karakter dihadapkan dengan masalah kehidupannya masing-masing, dan berusaha mencari jalan keluar.

Well guys, tapi tulisan ini merupakan review film Violet Evergarden: The Movie, bukan seri TV animenya yang 13 episode +OVA itu yaa. Seperti film Violet Evergarden I: Eternity and the Auto Memory Doll, Violet Evergarden: The Movie ini merupakan sekuel dari serial tersebut. Yang sudah menonton seri animenya pasti sudah paham alur dan cerita Violet Evergarden.

Violet tumbuh menjadi seorang gadis berbakat dan menjalani perannya sebagai Auto Memory Doll, tapi dia tetap merindukan dan mengenang Gilbert. Di seri TV animenya, berakhir dengan Violet menyadari arti cinta dan kesedihan, tetapi bahkan di akhir, dia masih mempertahankan harapannya bahwa Gilbert masih hidup.


Baca juga: Ini 10 Mangaka Terkaya di Jepang


Pada Violet Evergarden: The Movie ini ternyata Gilbert memang masih hidup dan menjalani kehidupannya di sebuah pulau kecil. Mengenai mengapa dia ada di sana atau mengapa dia belum memberitahu dan menghubungi Violet, tidak bisa saya katakan sepenuhnya. Tonton saja filmnya yang saat ini sudah bisa disaksikan di bioskop-bioskop Indonesia. Namun singkatnya, konflik dalam film ini membuat dada bergemuruh dan rasanya campur aduk. Nangis lagi, hiks hiks...

Fakta bahwa Gilbert masih hidup mungkin akan menjadi topik perdebatan di antara para penggemar. Seri TV animenya berakhir tanpa ada konfirmasi apa pun tentang status Gilbert, kecuali dikatakan bahwa dia telah meninggal bahkan ada makamnya, tetapi rasanya memang ada beberapa momen singkat tentang adanya harapan bahwa Gilbert mungkin selamat dari perang.

Meskipun film ini menghadapi situasi dengan Gilbert secara langsung, tidak lupa bahwa ini pada dasarnya adalah cerita tentang perkembangan Violet. Hal ini tercermin dalam struktur naratif, yang terdapat tiga cerita terpisah namun saling terkait di dalamnya.

Cerita yang pertama tentang seorang gadis kecil dan Violet, lalu cerita kedua ada seseorang yang sedang sakit dan ingin mengirimkan surat (mirip cerita di seri TV animenya) kemudian cerita yang ketiga adalah tentang pertemuan haru antara Violet dan Gilbert. Saya pribadi sangat kesal dengan Gilbert, POKOKNYA KESAL!!! Kok gitu sih sikapnya? Padahal selama ini Violet sangat merindukan Gilbert eh pas ketemu dia jadi sad boy dan plin plan.

Ya, tentu dia memiliki alasan tersendiri kenapa sikapnya begitu. Secara keseluruhan, film ini sangat menakjubkan. Visualnya tetap mempertahankan kekuatan dari serial TVnya, tetapi ada beberapa perkembangan dan tambahan sehingga sangat memanjakan mata.

Dan momen menangis dalam film ini benar-benar menggugah, plotnya sendiri cukup memuaskan. Namun tetap saja belum puas dengan endingnya, mau banget ada season 2 animenya yang memperlihatkan bagaimana cerita mereka setelah pertemuan itu? Mengingat kesedihan Violet di belasan episode rasanya belum puas kalau tidak ada momen bahagianya bersama Gilbert dan teman-teman yang lain.


Japanese cast:

Daisuke Namikawa as Gilbert Bougainvillea

Yui Ishikawa as Violet Evergarden


Japanese staff: 

Director: Taichi Ishidate

Series Composition: Reiko Yoshida

Music: Evan Call

Original creator: Kana Akatsuki

Character Design: Akiko Takase

Art Director: Mikiko Watanabe

Chief Animation Director: Akiko Takase

3D Director: Rin Yamamoto

Sound Director: Yota Tsuruoka

Director of Photography: Kohei Funamoto

3D Art: Joji Unoguchi

Accessory Setting: Hiroyuki Takahashi

Color design: Yuka Yoneda

World Setting: Takaaki Suzuki

Tidak ada komentar