Attack on Titan: Pesan Cinta dari Kisah Eren dan Mikasa


Genre romance memang tak ada dalam manga dan anime Attack on Titan atau Shingeki no Kyojin. Namun, setelah chapter 138 keluar permasalahan tentang cinta dan perasaan akhirnya benar-benar mengoyak hati. Tentu ini adalah kisah dari couple fenomenal EreMika (Eren dan Mikasa).

Melihat lembar terakhir dari chapter 138 sungguh miris, bagaimana tidak, Mikasa yang sejak awal dan selalu tanpa pernah berhenti mencintai Eren dan bertekad melindunginya di akhir justru Mikasa sendiri yang mengeksekusi Eren, menebas lalu mencium lelaki yang sangat disayanginya itu. Dan tulisan ini akan saya mulai dengan; dari Eren dan Mikasa kita belajar....


1. Tulus mencintai

Ya, perasaan mereka berdua benar-benar tulus sejak kebersamaan di masa kecil. Tentu tak diungkapkan secara gamblang, namun tindakan merekalah yang berbicara. Tekad untuk saling melindungi itu benar-benar terus hidup di hati keduanya. Selain itu mereka berdua bersama tim juga berjuang melindungi tanah kelahiran. Perasaan tulus itu pun menggerakkan jiwa dan raga untuk berkorban.


2. Perhatian

Eren yang memberikan syal merah pada Mikasa, mengomentari rambut gadis itu, Mikasa yang memastikan Eren bisa istirahat, Mikasa yang kesal ketika Levi menendang Eren, dan kejadian-kejadian lainnya, memang di antara mereka ada perhatian khusus yang diam-diam terus mengalir. Tanpa disadari, momennya manis sekali.


3. "Aku mencintaimu, tapi tidak akan membenarkan kesalahanmu."

Itu hanya ungkapan yang saya buat, tidak diucapkan langsung oleh Mikasa tentunya. Namun itulah kesimpulan saya dari sudut pandang Mikasa. Ketika Eren melakukan rumbling, Mikasa pun berusaha menghentikan Eren. Dia memang sangat mencintai Eren, namun Mikasa tidak bisa membenarkan kesalahan Eren. Mikasa juga tak dapat mengikuti jalan yang menurutnya salah walau sebesar apapun cintanya pada Eren. Ini kesimpulan dari sudut pandang Mikasa yaa, kalau dari sudut pandang Eren, rumbling adalah jalan yang tepat daripada Paradis hancur dan teman-temannya mati sia-sia. Jadi, Eren memutuskan bertarung melawan.


Baca juga: 10 Mangaka Terkaya di Jepang


4. Jujurlah tentang perasaanmu

"Siapa aku bagimu?" tanya Eren pada Mikasa, dan ternyata dijawab "Keluarga." oleh Mikasa. Setelah apa yang dilakukan selama ini, ternyata cuma dianggap keluarga atau kakak-adik saja. Sakit hati dong, makanya jujur aja yaa. Cinta ya bilang cinta. Tidak, saya tidak menyesalkan tindakan Mikasa. Gadis itu juga pasti nervous saat Eren bertanya, dia pasti bingung, perasaan yang teramat mencintai, mungkin membuatnya dilema hingga jwaban 'keluarga' itu keluar dari mulut Mikasa. Eh, tapi suami itu keluarga kok! mungkin itu maksud Mikasa, pengen Eren jadi suaminya hahaa... 

Dan Eren juga tidak jujur saat mengatakan "Aku selalu membencimu, Mikasa." sebenarnya itu kebalikan dari benci; cinta. Tapi, yaa begitulah. Rumit sekali.


5. Apapun yang terjadi, dalam keadaan apapun, aku tetap mencintaimu!

Saya dulu berpikir Eren itu sama sekali tidak peka dengan perasaan cinta Mikasa, tapi ternyata tidak. Eren sebenarnya tidak ingin dianggap keluarga oleh Mikasa, Eren ingin Mikasa mencintainya sebagai seorang pria bukan kakak atau adik.

Dari awal, sejak Eren memakaikan syal pada Mikasa, perasaannya tak pernah berubah. Cinta Eren begitu besar namun tidak dikatakannya, bagi yang sudah melihat chapter 138 pasti paham akan hal ini; di mana ada alternatif selain rumbling yaitu Eren dan Mikasa memutuskan lari lalu hidup damai berdua namun mengorbankan Paradis dan teman-temannya. Ini diperlihatkan jika pada saat itu Mikasa jujur mengatakan perasaannya, bukan menjawab 'keluarga'.

Akhirnya Eren memilih jalan melakukan rumbling, dia paham betul risikonya, namun tekadnya untuk melindungi Mikasa, Armin, dan yang lainnya yaitu penduduk Paradis tidak pernah surut. Tetapi, saya tidak membenarkan pembunuhan massal yang dilakukan Eren, hanya saja pilihannya memang sangat sulit. Dan dalam keadaan ini, perasaan Mikasa atau Eren tidak berubah satu sama lain. Setelah mengeksekusi Eren, Mikasa pun menciumnya. Pastilah hati Mikasa hancur, namun tak memiliki pilihan lain lagi, pun Eren sudah sangat menderita.


Baca juga: Attack on Titan Armin Arlert, Protagonis Sebenarnya!


Selamat jalan, pemuda yang mencari kebebasan.

Sama-sama kita tunggu bagaimana pengemasan chapter terakhir 139 nanti. Hajime Isayama sendiri pernah mengatakan bahwa dia ingin melukai hati para pembaca atau penonton, sepertinya memang berhasil. Tapi saya berusaha tidak sakit hati, karena bagaimanapun akhirnya nanti saya yakin itu adalah akhir yang pantas.

Dan kita belajar satu hal lagi; cinta tak harus memiliki melainkan selalu di hati.

Meski saya mengharapkan ada plot twist yang bisa membersamakan Mikasa dan Eren agar mereka hidup bahagia memiliki keturunan, begitu pula dengan Armin-Annie, Levi bisa buka Tea Shop, dan yang lain bisa bahagia, namun... itu sepertinya tidak mungkin.

Ya, suka-suka Bang Haji lah yaa mau bikin gimana. Karyanya ini memang Masterpiece. Setiap chapter manga keluar, setiap episode anime keluar selalu trending di Twitter dan menjadi bahasan para Youtuber di channel mereka. Secara tak langsung Bang Haji udah membuka lapangan pekerjaan tuh!

Well,  Pesan Cinta dari Kisah Eren dan Mikasa ini murni kesimpulan saya setelah melihat chapter 138. Sekali lagi, tidak ada genre romance namun pembahasan tentang cinta memang tak ada habisnya dan selalu hangat di mana-mana.

Jika ingin mengoreksi silakan, atau jika ingin menambahkan poin lain silakan disampaikan di kolom komentar. Btw, karakter yang paling saya suka adalah Levi Ackerman! ke-badass-an Levi tidak perlu dijelaskan, pasti tahulah yaa.

Eren dan Mikasa - menangis diriku melihat ini... sungguh mereka berdua pantas bahagia...

 

Tidak ada komentar