Budaya Literasi di Tengah Pandemi Covid-19


Latar Belakang

- Inovasi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan literasi di masa pandemi ini.

- Pandemi covid-19 telah mendorong masyarakat untuk beradaptasi dengan teknologi

- Peranan strategis perpustakaan dapat dilakukan melalui kegiatan pembudayaan kegemaran membaca.

- Pemanfaatan teknologi wajib digunakan untuk perpustakaan dalam meningkatkan minat literasi.


Fungsi Perpustakaan

- Ruang Kreatif

- Pelatihan

- Informasi

- Ruang Diskusi


Transformasi Perpustakaan di Era Digital

Inovasi yang dapat dilakukan oleh perpustakaan adalah dengan menyediakan informasi secara online agar dapat diakses oleh semua orang kapan saja dan di mana saja. Salah satu bentu inovasi tersebut adalah website online perpustakaan yang dapat memenuhi kebutuhan informasi pengguna perpustakaan kapan saja dan di mana saja, sehingga pengguna tidak perlu datang ke perpustakaan di masa pandemi saat ini.


DRM (Digital Right Management)

DRM adalah teknologi yang bertujuan untuk mengelola dan melindungi hak lisensi konten digital dari pembajakan dan disebarkan sesuai dengan kesepakatan. Menggunakan DRM, konten digital tidak bisa diubah, dicetak, disebarkan kecuali minta dan mendapatkan izin dari pemegang hak ciptanya.


Format Konten sebagai Sumber Pengetahuan

eBook, merupakan konten edukasi yang dikelola dan dilindungi oleh teknologi DRM sehingga tidak dapat dicetak, diganti, diubah, dan disebarluaskan.

Info, Podcast, dan Vlog tentang dunia pendidikan dapat menjadi konten edukasi yang diintegrasikan dengan website sekolah dan channel lain yang dipilih berdasarkan kategori dan kata kunci.


Transformasi Teknologi

Perpustakaan Digital (Digital library)

merupakan aplikasi layanan perpustakaan digital berbasis konten yang dilengkapi dengan fitur media sosial, sehingga antar pengguna dapat saling berinteraksi, secara langsung seperti saling berbagi eBook, berteman, berdiskusi melalui fitur komen dan review, merekomendasi eBook dan juga bisa melakukan percakapan chatting.

Digital library menyatukan interaksi antara pemustaka dan konten pada waktu dan tempat tertentu melalui teknologi informasi dan DRM untuk meningkatkan minat di era media sosial sesuai dengan UU 43 th. 2007 pasal 22, 23, 24 yang mengamanatkan bahwa sistem layanan perpustakaan harus berbasis teknologi informasi dan komunikasi.

Digital Library dikembangkan dengan konsep melibatkan Pemerintah dan Publik dalam sebuah gerakan untuk membangun budaya baca melalui teknologi dengan menyediakan konten dalam sebuah ePustaka yang dapat saling berbagi koleksi yang benar, untuk dipinjam dan dibaca melalui fitur yang disediakan dalam aplikasi.

Interaksi antara konten dan user dalam aplikasi membentuk cyber community, yaitu masyarakat dengan kegemaran yang sama membentuk jejaring sosial dalam sebuah komunitas cyber berdasarkan konten yang benar.

Perpustakaan Digital memiliki multi fungsi yakni sebagai layanan publik yang memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, juga sebagai creative center sekaligus pusat informasi dan jejaring sosial dalam bentuk cyber society karena sudah tidak ada lagi batas ruang dan waktu.


sumber: Power Point  Budaya Literasi di Era New Normal


Tidak ada komentar