Mulai Mencintai Diri Sendiri, Berhentilah Khawatir pada 5 Hal Ini


Ada banyak hal yang kita pikirkan dan khawatirkan, tentu wajar sebab kita adalah manusia. Sudah menjadi pembawaan kita memikirkan dan khawatir terhadap sesuatu, namun jika berlebihan tidaklah baik apalagi sampai overthinking.

Sebagai makhluk sosial, kita tentu bergaul dan berinteraksi dengan orang lain; baik itu di lingkungan keluarga besar, sekolah, kampus, tempat kerja, atau pada tetangga. Dalam kehidupan dengan bertemu banyak orang, kita pun memahami bahwa sifat setiap orang sungguh berbeda.

Ini menjadi tantangan sendiri, sebab kita haruslah bijak dalam berkata-kata atau pun bertindak. Ya, kehidupan ini mengajarkan kita menjadi dewasa dari waktu ke waktu. Namun tidak perlu menjadi beban pikiran, yang harus kita lakukan adalah bisa mencintai diri sendiri dengan sebaik-baiknya.

Apa kamu pernah dikritik tajam atau diremehkan? Pernah diejek dan dijauhi? Jika pernah, sudahkah kamu berdamai dengan diri sendiri?

Iya, kita harus berdamai dengan diri sendiri terlebih dulu. Belajar mencintai diri sendiri, karena hal ini adalah tameng kita menghadapi dunia yang amat kejam ini. Yuk, berhenti mengkhawatirkan 5 hal ini dan mulailah sungguh-sungguh mencintai diri sendiri.


1. Ekspektasi orang lain terhadapmu

Hidup kita dan hidup mereka adalah berbeda, memang tak masalah dengan harapan orang lain pada kita, hanya saja jika dipaksakan memenuhi semua itu, kita sendiri yang akan lelah. Misalnya saja, orang tuamu ingin kamu jadi insinyur tetapi kamu tidak bisa dan memang tidak berbakat di bidang itu, justru skillmu ada di fotografi. Maka, seperti film 3 Idiots, jangan dipaksakan. Stop khawatir pada ekspektasi orang lain, usahakan saja yang terbaik untukmu sesuai kata hati.


2. Ucapan dan tindakan orang lain

Sederhananya, kita tidak bisa mengontrol ucapan dan tindakan orang lain pada kita. Namun kita dapat mengendalikan diri tentang bagaimana harus menyikapinya dengan baik dan elegan. Jadi, jangan khwatir lagi pada apapun yang dikatakan orang terutama mereka yang bermaksud menjatuhkan.


3. Kesempurnaan

Kita memang menginginkan banyak hal menjadi sempurna dan berjalan baik, akan tetapi jika pada akhirnya gagal lalu berantakan, kita sendirilah yang kecewa dan putus asa. Perfeksionis tidak salah, namun jangan berlebihan sampai menyiksa diri sendiri yaa.


4. Kesalahan yang pernah dilakukan

Dalam perjalanan hidup dari hari ke hari, kita semua melakukan kesalahan. Ini sudah menjadi bagian dari pembelajaran, sangat normal dan manusiawi. Tak perlu khawatir berlebihan pada kesalahan yang dilakukan, hanya saja jangan pernah diulangi lagi. Jadikan itu pengalaman yang berharga dan bekal di masa depan.


5. Menyesuaikan diri

Hidup di tengah-tengah masyarakat membuat kita harus pandai menyesuaikan diri. Setiap lingkungan kita berada, tentu sifat dan orangnya tak selalu sama. Kadang kita dituntut bisa melakukan ini dan itu, barangkali kita sering merasa khawatir dan takut tidak bisa melakukannya, kadang ini sangat menjadi beban. Kurangi khawatirmu pada hal ini yaa.

Menyesuaikan diri memang perlu, tapi kalau kita sampai kehilangan jati diri maka ini tidaklah baik. Be yourself! Terima diri kamu terlebih dulu, masalah lingkunganmu menerima atau tidak itu urusan belakangan. Kamu tidak perlu bersaing dan berlomba dengan siapapun, kamu hanya perlu menjadi lebih baik dari dirimu yang kemarin.


Tetap semangat!

Tidak ada komentar