Budaya dan Sistem Pendidikan Jepang


Pengertian Budaya

KBBI 

Hasil kegiatan dan penciptaan batin (akal budi) manusia seperti kepercayaan, kesenian, dan adat istiadat;

Keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakan untuk memahami lingkungan serta pengalamannya dan yang menjadi pedoman tingkah lakunya.

Edward Tylor

"Keseluruhan kompleks yang mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, hukum, moral, adat istiadat, dan kemampuan dan kebiasaan lain yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat." Edward Tylor (1871, 1) 

Koentjaraningrat

"Kebudayaan sebagai kompleks ide, gagasan, nilai, norma, dan peraturan; 2) kebudayaan sebagai suatu kompleks aktivitas kelakuan berpola manusia dalam masyarakat; dan 3) benda-benda sebagai karya manusia." (Koentjaraningrat, 1974: 83)

Pola pikir dan kebiasaan

恥ずかしがり屋,  Hazukashiriya,

Pemalu

Karena sifat inilah orang jepang bisa dibilang tertutup, kadang harus kita yg mulai percakapan.

あいづち

“tanggapan verbal dan juga non-verbal yang dilakukan saat seseorang berbicara.”

Bagi penutur bahasa Indonesia sendiri, terdapat rasa tidak nyaman jika pidatonya sering diinterupsi oleh penuturnya, hal ini dikarenakan menginterupsi di tengah percakapan dianggap kurang sopan.

Berbeda dengan penutur bahasa Jepang, menyela percakapan dengan ekspresi aizuchi di tengah percakapan seperti hai, ee, soudesuka, soudesune, naruhodo adalah hal biasa dan dianjurkan. Hal tersebut menandakan bahwa pendengar benar-benar memperhatikan ucapan pembicara meskipun pendengar tidak memahami topik pembicaraan.

Membungkuk

会釈 eshaku

Sedikit membungkuk saat menyapa atau meminta maaf kepada orang lain.

敬礼 keirei

Dikenal sebagai penghormatan di Jepang. Membungkuk sopan yang biasa digunakan dalam situasi bisnis atau formal.

最敬礼 saikeirei

Bunkukan yang paling sopan dan paling hormat. Menunjukan apresiasi yang paling dalam atau permintaan maaf.

おもいやり omoiyari = empathy

To put yourself in the orther person‘s shoes and understand their pain/pertimbangkan perasaan orang lain.

おもい  Pikiran, ide

やり   memberikan(melakukan)

Omoiyari = memberikan pikiran atau energy kita kepada orang lain.

ありがとうございます arigatougozaimasu

すみません sumimasen

ごめんなさい gomennasai

おつかれさまです Otsukaresama desu

“Saya dengan rendah hati meninggikan Anda dalam kondisi kelelahan Anda.”

Ungkapannya adalah cara untuk menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang yang lelah bekerja keras.

よしくおねがいします yoroshiku onegaishimasu

“Maukah Anda memperlakukan saya dengan baik mulai saat ini dalam hubungan kita.”

敬語 keigo

そんけいご sonkeigo

Digunakan untuk menghormati lawan bicara atau orang yang dibicarakan dengan cara meninggikan.

けんじょうご kenjyougo

Digunakan untuk merendahkan diri sendiri sebagai rasa hormat kepada penerima aksi dari pembicara tersebut.

ていねいご teineigo

Bahasa yang digunakan untuk menyampaikan isi pembicaraan secara halus dan sopan tanpa meninggikan lawan bicara atau merendahkan pembicara.

Sistem pendidikan Jepang

Sekolah biasanya dibagi menjadi lima siklus:

Yōchien (幼稚園, taman kanak-kanak) dari usia 3 sampai 6 tahun.

Shōgakkō (小学, Sekolah Dasar) dari 6 sampai 12. (6 tahun)

Chūgakkō (中学, Sekolah Menengah) dari 12 sampai 15. (3 tahun)

Kōkō (高校, SMA) dari usia 15 sampai 18. (3 tahun)

Daigaku (大学, Universitas) atau Senmongakkō (専 門 学校, Sekolah Kejuruan) secara umum dengan durasi 2 sampai 4 tahun.

Perbedaan utama yang menarik antara Sekolah Dasar Jepang dan Indonesia adalah penekanan yang lebih besar pada pendidikan moral dan etika di Jepang.

Moral adalah subjek terpisah lengkap dengan buku teks dan waktu yang dialokasikan. Ini bukan waktu untuk menyatakan apa yang seharusnya atau tidak boleh dilakukan, tetapi lebih merupakan waktu untuk memfasilitasi diskusi tentang dilema moral; bagaimana siswa akan bereaksi terhadap situasi tertentu. Tidak pernah ada jawaban yang salah atau benar, hanya waktu untuk berbicara tentang area hitam, putih, dan abu-abu.

Undang-Undang Dasar Pendidikan saat ini (2006, No. 120) menyebutkan bahwa pendidikan harus menumbuhkan moralitas dan etika (Dotokushin wo yashinau) serta menunjukkan makna dan kedudukan pendidikan moral dalam pendidikan sekolah formal.

Isi pelajaran pendidikan moral dikategorikan dalam empat perspektif. yang dirangkum oleh empat pilar berikut yang dapat digunakan guru untuk mengajar siswa:

1. Tentang diri: orang mandiri, mereka melakukan apa yang bisa mereka lakukan sendiri, dan hidup secara moderat.

2. Tentang hubungan dengan orang lain: orang tahu pentingnya sopan santun dan berkomunikasi secara jujur dengan orang lain.

3. Tentang hubungan dengan alam dan hal-hal luhur: Orang-orang tergerak oleh keindahan dan keajaiban alam, dan merasakan pentingnya alam dan makhluk hidup.

4. Tentang kelompok dan masyarakat: orang menepati janji, mengikuti aturan, dan memiliki rasa tanggung jawab publik

Ujian (shiken jigoku, 試験地獄)

塾 jyuku (after school classes)

Life at school

Senin-Jumat,  tidak ada petugas kebersihan di sekolah Jepang karena semua murid bertanggung jawab menjaga kebersihan.


sumber: Sekolah Kebudayaan (inspirasi malam) 

Tidak ada komentar