ACT-MRI Bengkulu Luncurkan Gerakan Bangkit Bangsaku


Dampak pandemi COVID-19 yang semakin mencuat membuat berbagai sektor kehidupan manusia semakin terdampak di antaranya; sosial, ekonomi dan kesehatan. Gerakan “Bangkit Bangsaku” merupakan gerakan kepedulian kepada sesama, sebagai bentuk gerakan dengan meluaskan aksi-aksi kemanusiaan yang dapat meredam dampak pandemi.

Selain berdampak negatif terhadap sektor kesehatan, pandemi ini juga menekan pertumbuhan ekonomi masyarakat diantaranya banyak UMKM yang gulung tikar karena turunnya daya beli, PHK buruh dan karyawan swasta karena perusahaan tak sanggup membayar upah.

Multikrisis yang terjadi saat ini membawa anak bangsa pada jurang depresi nasional, namun optimisme akan kebangkitan bangsa ditengah pandemi terus disuarakan oleh Lembaga Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) sejak pandemi melanda Indonesia pada awal Maret lalu hingga saat ini. Beragam program kemanusiaan dihadirkan oleh ACT untuk mengatasi krisis kemanusiaan yang melanda nusantara, khususnya Bengkulu.

Sebagai aksi penyelamatan bangsa, ACT kembali meluncurkan sebuah gerakan kebaikan bertajuk “Bangkit Bangsaku”. Gerakan ini sebelumnya telah digaungkan di beberapa wilayah Indonesia, sedangkan untuk wilayah Bengkulu secara resmi diluncurkan pada hari Rabu, 14 Oktober 2020 di Kantor Cabang ACT Bengkulu.

Syamsul Fajri Oktario selaku Kepala Cabang ACT Bengkulu ketika ditemui di sela-sela acara mengatakan “Program Bangkit Bangsaku adalah sebuah gerakan yang diinisiasi oleh ACT sebagai bentuk respon terhadap kondisi yang dialami bangsa kita saat ini. Seperti kita ketahui, pasca masuknya wabah COVID-19 Maret lalu ke Indonesia banyak sektor vital yang terdampak, di antaranya sektor kesehatan, ekonomi dan juga sosial kemasyarakatan. Hal ini membuat kondisi bangsa kita kian terpuruk,” jelasnya.

Melalui Gerakan “Bangkit Bangsaku” ini, diharapkan bisa menjadi penyemangat bagi masyarakat Indonesia agar bisa bangkit keluar dari keterpurukan, melawan resesi, dan memulihkan kembali kondisi bangsa.

Selain itu, gerakan ini menghadirkan spirit baru dari program-program kemanusiaan yang sebelumnya telah dijalankan untuk mengatasi krisis kemanusiaan ini diantaranya Lumbung Beras Wakaf, Lumbung Sedekah Pangan, Operasi Pangan Gratis, Operasi Makan Gratis, Humanity Care line, dan lainnya.

Tak hanya pangan, penyelamatan di sektor sosial juga mencakup pemberian bantuan biaya hidup bagi para guru honorer hingga guru mengaji yang tergolong prasejahtera dengan sasaran implementasi ACT di Bengkulu. 

Sementara di sektor ekonomi, ACT membantu para pelaku usaha untuk bangkit di tengah resesi ekonomi melalui bantun Wakaf Modal Usaha Mikro yang telah berjalan saat ini dan di Sektor Kesahatan ACT telah melakulan Edukasi Kesehatan, penyemprotan Disinfektan dan pemberian Pelkes penanganan covid yang telah diberikan ke Rumah Sakit Covid di Bengkulu.

"Program kemanusiaan ACT ini, tak bisa jalankan sendiri. Perlu kebersamaan untuk bisa menjalankanya. Kita beri apa yang kita punya, beri bantuan terbaik untuk mereka yang membutuhkan. Hari ini kita membantu, esok kita akan terbantu," ujar Apra selaku Markom ACT Bengkulu.

Tidak ada komentar