Sejarah Kain Besurek Bengkulu


Provinsi Bengkulu selain dikenal sebagai Bumi Rafflesia, juga sangat identik dengan Kain Besurek. Pasalnya Kain Besurek ini adalah ikon atau khas Provinsi Bengkulu. Sekarang ini, Kain Besurek umumnya disulap menjadi batik yang keren.

Nah, tahukah apa arti Kain Besurek tersebut? Sudah tahukah tentang sejarah dan motif-motifnya? Jika belum, sekaranglah waktunya untuk tahu sekaligus paham.

Berikut ini data dihimpun langsung bersumber dari Bapak Alcala Zamora; orang yang meneliti, mendesain, dan mengembangkan Kain Besurek pada tahun 1987. Ia jugalah yang menulis pengertian Kain Besurek, beserta sejarah, fungsi dan tujuh motif Kain Besurek.

- Arti Kain Besurek

Kain 'Besurek' berasal dan merupakan kosakata dari dialek masyarakat Bengkulu. Kata tersebut berasal dari suku kata 'be' termasuk awalan dengan pengertian 'ber' dan 'surek' yang berarti 'surat' atau 'tulisan'.

Terjemahan bebas dari kata 'besurek' adalah 'bersurat' atau 'bertulisan', dimaksud dengan istilah 'Kain Besurek', kain yang telah dipenuhi dengan surat atau tulisan berciri tulisan kaligrafi Arab.

Kata 'surat' adalah informasi tertulis. Namun pada istilah 'Kain Besurek' kata 'surat' tidak mempunyai makna tertentu. Hal ini merupakan ciri motif dan pembuatan kain besurek yang memang melalui proses membatik.

Kata 'batik' berasal dari kosa kata Jawa dari kata 'ba' artinya 'jari' dan 'tik' artinya 'kecil'. Terjemahan bebas kata 'batik' dalam bahasa Jawa 'menitik, menetes atau menuliskan' lilin pada kain yang telah di desain motif. Batik inilah di Bengkulu disebut 'besurek'.

Dalam hal ini Alcala Zamora yang akrab disapa Morry mengatakan "Sesungguhnya melalui proses membatik bangga, anak muda, kalangan pelajar, dikerjakan di daerah sendiri, nilai yang positif menciptakan lapangan kerja dan pemasukan pendapatan Daerah serta cinta warisan budaya lokal."


Tidak ada komentar