Cerita di Zaman Rasulullah: Hikayat Seekor Rusa


Dalam rangka menyiapkan pernikahan Zainab binti Muhammad, semua orang membantu persiapan itu. Dan di hari itu, dua pemburu asing datang menghampiri tenda para perempuan. Mereka datang di waktu yang berbeda. Berenis dan Dujayah yang ikut membantu persiapan acara pernikahan pun tidak mengetahui apa yang mereka inginkan.

Orang pertama adalah pemburu yang berburu di pesisir Mekah. Ia adalah seorang laki-laki Badui yang terkenal suka berburu burung. Ketika para wanita itu melihat sosok gelap dan hitam yang datang menghampiri, mereka bersiap-siap dan memilih salah satu dari mereka untuk menghampiri pemburu itu. Mereka juga memberi peringatan agar jangan terlalu dekat.

Perempuan yang mendapat tugas menghampiri pemburu itu datang kembali membawakan cerita tentang rusa. Rupanya, pemburu itu sangat terkejut dengan kejadian yang dia alami dan bersumpah tidak akan berburu lagi.

"Aku mencari seorang pemuda bernama Muhammad al-Amin. Aku tidak bisa pergi jauh darinya," ucapnya.

Perempuan tadi menyuruh si pemburu pergi ke Gua Hira, tempat al-Amin melakukan pengasingan diri.

"Aku adalah seorang pemburu padang pasir yang terkenal karena kemampuanku membuat jebakan. Saat itu aku menangkap seekor rusa yang memiliki titik-titik yang indah. Aku tak merasakan penyesalan ketika memandang mata tuanya, tanpa memerhatikan betapa banyak air susu di dadanya. Anak-anaknya yang akan mencari dirinya pun tidak terbesit di kepalaku. Aku meninggalkan rusa itu sendiri dan berburu hewan lain lagi. Setelah kepergianku, datang seorang pemuda menghampiri rusa itu karena mendengar tangisannya. Pemuda itu kemudian bertanya kepada rusa apa yang terjadi padanya."

"Mengapa engkau menangis?"

Rusa itu menjawab dengan bahasanya. "Ah, Ahmadku, jadilah penjaminku. Aku harus pergi ke puncak gunung dan menyusui anak-anakku yang kelaparan. Setelah itu, aku akan berlari kembali ke jebakan ini."

"Dengan senang hati," ucap pemuda yang memiliki hati yang besar dan penuh kasih sayang itu.

Pemuda itu lalu melepaskan jebakan yang mengikat di pergelangan kaki rusa dan memasangkan ke pergelangan kakinya. Dia menjadi penjamin bagi rusa dan membiarkan rusa itu menemui anak-anaknya.

"Saat kembali lagi, aku terkejut melihat pergelangan kaki pemuda itu terikat jebakanku." kata si pemburu.

"Apa yang terjadi wahai anak Adam, siapa namamu dan apa pekerjaanmu? Aku seorang pemburu padang pasir dan mengapa engkau merusak jebakanku? Bawa kembali rusaku atau bayar dengan uang!" seru si pemburu.

Pemuda yang pergelangan kakinya terikat dengan jebakanku itu pun berdiri. Si pemburu melanjutkan ceritanya.

"Aku Muhammad al-Amin. Itu adalah namauku. Rusa itu berjanji padaku akan kembali lagi. Kalau tidak kembali lagi ke sini, jadikanlah aku hasil jebakanmu," ucapnya.

Namun, tidak lama kemudian, rusa yang tadi terjebak datang kembali bersama anak-anaknya yang belum bisa berlari dengan benar. Mereka langsung mencium kaki pemuda yang menjadi penjamin itu. Sambil menangis mereka mengucapkan, "Rasulullahku..." ke pemuda itu.

Ternyata, induk rusa itu berpamitan dan membelai anak-anaknya setelah menyusui mereka. Setelah si pemburu melihat itu, "aku bertobat dan beristighfar," katanya. "Aku bersumpah tidak akan melakukan perburuan lagi."

Itulah cerita si pemburu yang akhirnya mencari Rasulullah berhari-hari dari jejak-jejak kakinya. Cerita ini membuat orang yang mendengar menangis tersedu-sedu.


sumber: Novel Khadijah karya Sibel Eraslan

Tidak ada komentar