3 Teori Tentang Orang Gila dan Drama Indonesia Berkenaan Ulama

sumber gambar: Twitter

Hai hudaily friends, saya mau beropini sedikit di tulisan kali ini. Hanya sebagai bentuk resah nan gelisah pada hukum di Negara tercinta, Indonesia.

Penusukan Syekh Ali Jaber ketika mengisi tablig akbar di Masjid Falahuddin Bandar Lampung pada Minggu, 13 September 2020 membuat heboh jagad dunia maya. Tentu orang-orang di dunia nyata juga tak kalah hebohnya.

Masalah ini menjadi trending di Twitter, di Facebook orang juga membagikan informasi tentang ini. Saya membaca berbagai sumber berita, akhirnya pelaku ditangkap dan ditetapkan sebagai orang gila, *hahaa drama lama, pemainnya aja baru.

Diketahui pelaku penusukan adalah A. Alfin Andrian (24) warga Jalan Tamin gang Kemiri, Suka Jawa. Pelaku langsung diamankan oleh panitia dan langsung diinterogasi oleh panitia.

Dan berikut ini sekelumit kronologi kejadian dilansir dari viva.co.id yang bersumber pada keterangan saksi:

Ustaz Nazir (27) salah seorang saksi mengatakan, kejadian terjadi pada pukul 17.20 saat Syekh Ali Jaber sedang berinteraksi dengan salah seorang santri dan orang tua santri tersebut.

"Pada saat itu Syekh Ali Jaber sedang berinteraksi dengan berinteraksi dengan salah seorang santri dan ibunya, dan sang ibu meminta swafoto bersama Syekh Ali Jaber," ujarnya, Minggu (13/9/2020).

Saat itu sambung ustaz Nazir, handphone milik orang tua santri kapasitas memori tidak mencukupi. "HP ibu santri tersebut penuh memorinya, selanjutnya Syekh Ali Jaber meminta kepada penonton untuk meminjamkan HP kepada orang tua santri tersebut, tak lama kemudian datang seorang pemuda naik, seluruh orang mengira jika dia hendak meminjamkan HP, namun malah terjadi kejadian tersebut," ucapnya.

"Waktu ditanya tidak mengetahui apa yang dilakukannya, menurut keterangan dari orang tua pelaku sudah 4 tahun ini mengalami gangguan kejiwaan," ungkapnya.

Ditanyakan kondisi Syekh Ali Jaber saat ini, menurut ustaz Nazir kondisinya sudah membaik, meski mendapatkan 10 jahitan akibat kejadian tersebut, dan saat ini sudah kembali ke hotel.

"Saat ini sudah di hotel kembali, beliau mendapat 10 jahitan akibat penusukan tersebut," pungkasnya.

Di sini saya punya tiga teori tentang kejadian ini:

1. Alfin Beneran Gila

Berdasarkan keterangan keluarga pelaku, lelaki busuk ini sudah empat tahun gila. Namun, netizen menyangkal ini dengan menunjukkan aktivitas Alfin sebagai manusia yang hidup normal; makan bakso, punya akun medsos IG dan FB, serta aktivitas lainnya.

Jadi, untuk membuktikan orang ini beneran gila atau tidak jelas diperlukan pemeriksaan medis yang dikawal. Kenapa harus dikawal? Karena hasilnya bisa saja dimanipulasi.

Dan yang saya heran, kalau beneran gila, kenapa targetnya Ulama? Yakali kebetulan semata bawa senjata tajam naik panggung dan nusuk Syekh Ali Jaber.

2. Disuruh Seseorang untuk Melukai Syekh Ali Jaber

Ini adalah dugaan yang berseliweran di internet. Netizen bahkan MUI minta untuk diusut tuntas dan jangan dengan mudahnya ditetapkan sebagai orang gila. Banyak juga yang mengaku mengenal Alfin dan mengatakan bahwa dia waras.

Jika memang Alfin disuruh seseorang, saya yakin tujuannya bukan untuk membunuh. Ini hanya dilakukan untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Mereka bisa saja menyewa sniper atau pembunuh bayaran untuk melakukan pembunuhan, tapi drama orang gila tidak akan tercipta dengan cara ini. Bukan hanya sebagian besar rakyat Indonesia, tapi dunia akan mengecam aksi ini.

3. Pengalihan Isu

Skenario ini mungkin saja dilakukan; kalau ada suatu kasus dan ingin kasus tersebut tenggelam atau tertutupi maka ciptakanlah kasus baru yang membuat heboh banyak orang sehingga setiap perhatian akan tertuju pada kasus baru itu. Ini hanya dugaan dan opini saja.

Bisa jadi Alfin disuruh untuk menciptakan kerusuhan dan pengalihan isi semata. Mengingat kasus serupa yang menimpa Ulama tidak hanya sekali ini saja. Entah itu fitnah, penusukan, dan jenis kriminalitas lainnya tapi kerap kali berujung pada tersangka merupakan orang gila.

Sekilas pembahasan tiga teorinya hanya itu saja, ini sekadar opini singkat karena saya miris sekali melihat Ulama kadang difitnah, dilukai, dikata-katai yang buruk, diejek, dijelek-jelekkan. Oh astagaaa, mereka itu Ulama. Kok ya tega sekali.

Para Ulama mungkin sabar-sabar saja dan terus berdoa meminta perlindungan Allah, tapi geram juga saya kalau Ulama menjadi sasarannya.

Terakhir, semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Semoga Syekh Ali Jaber dilindungi Allah. Dan ke depannya barangkali para santri atau tim keamanan harus menjaga Ulama kita lebih ketat lagi.

Semoga Allah membukakan pintu hidayah bagi musuh Ulama.

Tidak ada komentar